She is one of my fav character from final fantasy. Her costume is pretty challenging to wear. I need to be perfectly in shaped and having toned muscles to be able to look good.

While deceptively strong, Tifa is empathic and emotionally shy. She does not express her feelings often, and when she does she struggles doing so. Tifa has motherly qualities, acting as a support for others, and keeping the others around her optimistic. Pretty much like me! LOL!

Square Enix akan me-remake final fantasy VII untuk dimainkan di Playstation 4 dari game originalnya di Playstation 2. Dan semua orang heboh dengan penampilan tifa yang baru. That female character. So sebagai millennial yang baik, aku menyambut kehebohan ini dengan bergaya cosplay seadanya dari bahan-bahan yang langsung bisa ditemukan di rumahku, dan langsung take selfie. haha…

Bagi kalian yang belum familiar dengan dunia cosplay, aku mau cerita sedikit. Sebenarnya penilaian juri berbeda-beda di setiap acara. Tapi secara garis besar yang dinilai itu ya seperti kolom di bawah ini.

KriteriaDeskripsiContoh
Keakuratan Kemiripan dengan karaketer originalwarna rambut, make up, properti yang dibawa (termasuk aksesoris)
KeterampilanKualitas desain kostumSeberapa detail kostum dibuat. Tekhnik yang digunakan, dan tingkat kesulitan pembuatan kostum
PresentationKemiripan gerak gerik dan bahasa tubuh dengan karakter originalpostur, akting, dan sikap (biasanya ditunjukan di atas panggung dengan musik)
Tanggapan penontonRespon penontoneye-contact dan bagaimana cara cosplayer engage dengan penonton

Setelah mendapatkan konsep menyeluruh, akupun langsung mulai menghubungi maker (pembuat cosplay costume) berpengalaman. Waktu pengerjaan total berkisar 2-3 bulan. Dan si maker langsung mengukur detail tubuh kita agar kostumnya dapat body-fit. Proses pemesanannya sendiri cukup mudah, kita hanya perlu memperlihatkan desain kostum Tifa dari google image yang kita mau agar si maker dapat meniru dan menghasilkan kostum yang mirip, kemudian kita mengatur jadwal bertemu agar si maker dapat mengukur tubuh kita persis.

Costume Work in Progress

Berbeda dengan kostum seadanya di gambar pertama, kostum Tifa yang kupesan dari si maker lumayan lengkap kali ini. Ada rok, sepatu, dan Wig rambut hitam panjang. Square Enix sendiri belum launching Tifa terlalu detail dan masih ada kemungkinan perubahan minor di kostum Final Fantasy remake nanti. Nah di sini masalahnya, karena FF VII ini belum release gamenya, akupun harus menebak-nebak kedetailan kostum ini dari bocoran trailernya. Memang ada resiko misalnya saat game ini release nanti, ada beberapa detail yang berbeda. Tapi itu bisa kita modify sendiri belakangan, dan biasanya akan makan waktu lebih cepat daripada kita baru membuat kostumnya.

Yang cukup menantang dari cosplay Tifa ini sendiri adalah bentuk pinggangnya yang menjadi ciri khas. Juga toned muscles everywhere including the abs. yeah.. that’s gonna be hard. So, selain membuat bajunya, saat ini aku juga sedang ‘membuat’ badannya dengan fitness dan latihan angkat beban supaya bisa mencapai badan ideal seperti Tifa Lockhart ini. 🙂

Cosplay competition is not all just about the costume.

Memang sebagian besar kriteria dalam be-rcosplay adalah pada penilaian kostum dari karakter yang kita bawakan yang sudah aku ceritakan di atas. Sudah menjadi tugas di setiap cosplayer juga untuk menyediakan gambar referensi asli sedetail mungkin. Jadi memang untuk Tifa remake sendiri ini kita masih menunggu game aslinya dikeluarkan nanti. Bahkan sampai ke kedetailan aksesorisnya yang tak luput dari mata juri. Namun sebenarnya ada beberapa poin tambahan yang juga lumayan untuk dikejar untuk menyempurnakan konsep karakter itu sendiri. Bonus itu apabila tekhnik pembuatan kostumnya hebat, sulit untuk dilakukan dan penguasaan gerak gerik karakter, atau bahasa lainnya penjiwaan karakter.
Jadi untuk dapat perform Tifa yang bagus di panggung nanti, aku juga akan mengambil kursus kickboxing tahap awal untuk lebih menjiwai setiap pukulan juga tendangan karena jurus battle Tifa adalah, dengan tangan kosong supaya menambah bonus penilaian nanti.

I told you guys that I really love chocolate. I guess I just dont wanna grow up. Adults are corrupted and too serious. I wanna goof around and sip this sweet tasty choco. Hoho!!!

A study in 1996 showed that chocolate caused the release of endorphins in the brains of American women, making them feel happy. Tryptophan, an amino acid present in small quantities in chocolate, is linked to the production of serotonin, a neurotransmitter that produces feelings of happiness.

Letting chocolate dissolve slowly in your mouth produces as big an increase in brain activity and heart rate as a passionate kiss—but the effects of the chocolate last four times longer!

Actually, scientists have been trying to understand the chemistry of chocolate for years. Although there are several hundred different chemicals in your typical slab, a handful of them seem to be more important than others in making chocolate taste so good. Among the most important are stimulants including theobromine, phenylethylamine, and caffeine (in very small amounts)

Indonesian Chocolate

I didn’t know there are good number of chocolates made in Indonesia. And not only that. Indonesia is the #3 cacao producer in the world and they shoot for #1 in the year of 2020! Also, Indonesian cacao have been used for years to make the finest chocolate in Belgium and Swiss!

Wow! Where was I all this time? How could I never hear about this? I only heard about a couple of brands and my family or friends never talked about Indonesian chocolate. All they talked about is coffee. But I don’t blame them. When I searched further about Indonesian chocolate I found a place name contou cafe in Bandung

Contou Cafe price for chocolate, coffee, tea or brownies is relatively cheap I would say. But surprisingly the taste is nice and lovely. The place is super comfortable to hang out for long period of time and there are a lot of communities who choose this cafe is their meeting point. They have an old brown decorative colour. The tables and chairs are being set up like in the co-working space, so it makes us feel relaxed yet we still have the working mood.

Me myself love to go here every single weekend and bring along my laptop to do my work, and I can sit there for hours. I order specifically the same chocolate drink whenever I go there : Blitair choco without sugar! You should try it!! the best chocolate in town with a very reasonable rather cheap price, hence I can order for 2 or 3 cups and sit there working for the rest of the day.